Tujuan Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas

 

Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban. Bagi umat Islam, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh ilmu untuk bekal duniawi, tetapi juga jalan menuju pengenalan diri, kebenaran, dan Tuhan. Salah satu pemikir Muslim kontemporer yang memberikan perhatian besar terhadap masalah pendidikan adalah Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang cendekiawan asal Malaysia yang terkenal dengan konsep ta’dib sebagai inti pendidikan Islam.

Kritik al-Attas terhadap Pendidikan Modern

Al-Attas menilai bahwa sistem pendidikan modern, khususnya yang diadopsi dari Barat, lebih menekankan pada aspek material, teknis, dan utilitarian. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang produktif secara ekonomi, tanpa memperhatikan dimensi ruhani dan moral.

Akibatnya, lahirlah generasi yang mungkin cerdas secara intelektual, tetapi kehilangan arah dan nilai. Fenomena ini menurut al-Attas adalah bagian dari krisis besar umat Islam, yang beliau sebut sebagai loss of adab (hilangnya adab). Hilangnya adab menyebabkan kekacauan dalam ilmu, penyalahgunaan pengetahuan, dan munculnya kepemimpinan yang tidak layak.

Tujuan Pendidikan Islam Menurut al-Attas

Dalam pandangan al-Attas, pendidikan Islam memiliki tujuan yang sangat berbeda dengan pendidikan sekuler. Tujuan utamanya adalah melahirkan manusia yang beradab (insan adabi). Manusia beradab adalah manusia yang mampu menempatkan sesuatu sesuai tempat dan kedudukannya:

  • Menempatkan Allah sebagai pusat segala kebenaran.

  • Mengakui kedudukan ilmu sebagai jalan menuju pengenalan terhadap Allah.

  • Memposisikan manusia sesuai fitrahnya sebagai hamba (`abd) dan khalifah Allah di muka bumi.

1. Menanamkan Pengakuan terhadap Hakikat Kebenaran

Pendidikan Islam menurut al-Attas bukan sekadar membekali murid dengan pengetahuan, tetapi lebih penting lagi menanamkan pengenalan dan pengakuan (ma‘rifah) terhadap kebenaran yang bersumber dari Allah. Ilmu dalam Islam tidak netral, melainkan harus dipahami dalam kerangka tauhid.

2. Membentuk Kepribadian Beradab

Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian yang seimbang antara akal, hati, dan amal. Seorang murid yang beradab bukan hanya pandai dalam teori, tetapi juga bijak dalam menggunakan ilmunya. Ia tahu kapan harus berbicara, kapan harus diam, bagaimana menghormati guru, dan bagaimana menjalankan tanggung jawabnya di masyarakat.

3. Mencapai Keadilan Diri

Al-Attas juga menekankan bahwa adab membawa manusia kepada keadilan diri (justice in the self). Artinya, setiap potensi dalam diri manusia—akal, nafsu, ruh, dan hati—ditempatkan sesuai fungsinya. Inilah yang melahirkan manusia yang harmonis, tidak dikuasai hawa nafsu, tetapi juga tidak menafikan potensi akalnya.

4. Menghasilkan Masyarakat yang Tertib dan Harmonis

Pendidikan yang menanamkan adab tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga masyarakat luas. Generasi beradab akan melahirkan kepemimpinan yang adil, ilmu yang bermanfaat, serta peradaban yang berorientasi pada kebaikan. Dengan kata lain, tujuan pendidikan Islam bukan hanya membentuk individu shalih, tetapi juga masyarakat shalih (ummah salihah).

Relevansi di Era Modern

Konsep pendidikan al-Attas sangat relevan untuk menjawab krisis pendidikan dewasa ini. Banyak institusi menghasilkan lulusan yang pandai, tetapi tidak amanah. Banyak pula orang berilmu, tetapi menggunakan pengetahuannya untuk kepentingan sesaat, bahkan merusak alam dan masyarakat.

Dengan menjadikan adab sebagai tujuan utama pendidikan, generasi muda tidak hanya dibekali dengan kecerdasan akademik, tetapi juga dengan landasan moral dan spiritual yang kokoh. Mereka akan tumbuh menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai Muslim.

Penutup

Syed Muhammad Naquib al-Attas menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bukan sekadar mencetak manusia pintar, tetapi manusia beradab. Pendidikan harus mengarahkan manusia untuk mengenal dan mengakui kebenaran, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, serta membentuk pribadi yang adil dan harmonis.

Dengan pendidikan berbasis adab, umat Islam diharapkan mampu mengembalikan kejayaan peradabannya, melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berkeadilan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tujuan Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas"

Posting Komentar